NAKBAH, Bagaimana Israel Melakukan Teror

29 September 2017

Executive Summary

Hari Nakbah ( يوم النكبة ), yang berarti «hari kehancuran» atau “hari bencana” atau “hari malapetaka”, adalah hari peringatan tahunan untuk pengusiran bangsa Palestina yang mendorong terbentuknya Negara Israel pada tahun 1948. Peristiwa tersebut terjadi ketika lebih dari 700 ribu warga Arab meninggalkan Palestina secara terpaksa maupun sukarela dari tanah dan rumah mereka akibat Perang Arab-Israel 1948.

Istilah «nakbah» juga dinisbatkan pada periode perang itu sendiri dan kejadian-kejadian yang menimpa warga Palestina dari bulan Desember 1947 hingga Januari 1949. Di Palestina, peringatan Hari Nakbah diadakan pada tanggal 15 Mei, satu hari setelah tanggal Masehi untuk Hari Kemerdekaan Negara Israel. Karena adanya perbedaan antara kalender Ibrani dan Gregorian, Hari Kemerdekaan dan tanggal resmi 15 Mei untuk Hari Nakbah biasanya bertabrakan setiap 19 tahun.

Secara umum, latar belakang terjadinya eksodus warga Arab Palestina adalah pengusiran yang dilakukan oleh pihak Yahudi Israel. Lebih rincinya, faktor-faktor yang melatarbelakangi eksodus antara lain majunya laskar-laskar militer Yahudi, penyerangan dan agresi militer terhadap desa-desa Arab dan ketakutan akan terjadinya pembunuhan massal lain setelah pembunuhan massal Deir Yassin yang menyebabkan kepanikan di antara warga sipil; perintah evakuasi atas warga Arab; perintah pengusiran dari otoritas Israel; eksodus sukarela oleh warga kelas atas yang lebih makmur, kegoyahan pucuk kepemimpinan Palestina, dan ketidakrelaan untuk hidup di bawah kendali Israel.

Walaupun peristiwa Nakbah sudah berlangsung 61 tahun, akan tetapi kisahnya sangat sulit dilupakan oleh rakyat Palestina khususnya, dan orang yang memiliki hati nurani serta akal sehat pada umumnya, karena begitu perihnya kekejaman lewat aksi teror yang dilakukan oleh Zionis Israel kepada anak-anak dan orang-orang tua yang sudah uzur. (F. Irawan)

Untuk membaca naskah lengkap laporan ini silahkan unduh file pdf-nya.