PERANG KHAIBAR: SEJARAH PENGKHIANATAN YAHUDI TERHADAP RASULULLAH

30 October 2017

Executive Summary

Pengkhianatan dan pembelotan selalu dianggap tercela dalam narasi banyak budaya. Dalam sejarah Islam, pengkhianatan dan pembelotan yang paling sering dilakukan dan berbahaya adalah apa yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi terhadap Rasulullah SAW. Dan perang Khaibar merupakan babak akhir dari pengkhianatan mereka yang panjang semasa hidup Rasulullah. Perang ini terjadi pada tahun 7 H atau 628 M.

Pengkhianatan pertama orang-orang Yahudi adalah apa yang dilakukan oleh Bani Qainuqa. Bani Qainuqa termasuk bangsa Yahudi yang perkampungannya paling dekat dengan tempat tinggal bangsa Arab Yatsrib (Madinah). Bahkan pasar mereka merupakan di antara pasar yang banyak dikunjungi oleh bangsa Arab Madinah.

Pengkhianatan mereka berawal dari beberapa di antara mereka yang mengganggu seorang perempuan Muslimah yang berakibat terjadi perkelahian antara seorang Muslim dan beberapa orang dari Bani Qainuqa. Dalam perkelahian itu, seorang Muslim terbunuh dan seorang Yahudi yang mengganggu Muslimah tadi juga terbunuh. Karena Bani Qainuqa tidak beriktikad baik bahkan memusuhi Islam Rasulullah pun lalu menyerang mereka dan berhasil mengalahkannya. Bani Qainuqa akhirnya terusir dari Madinah.

Tidak lama berselang, Bani Nadhir mengikuti jejak Bani Qainuqa dalam mengkhianati Rasulullah. Mereka bahkan hendak membunuh Rasulullah dengan menjatuhkan batu besar ke kepala beliau. Namun usaha itu gagal. Oleh itu, Rasulullah menyerang mereka dan berhasil mengalahkan mereka. Beliau akhirnya memutuskan untuk mengusir mereka juga.

Pengkhianatan terakhir Yahudi sebelum perang Khaibar dilakukan oleh Yahudi Bani Quraizhah. Mereka mengkhianati Rasulullah dengan menyerang pasukan Islam dari belakang saat pasukan Islam tengah sibuk menghadapi pasukan Ahzab di hadapan mereka. Beliau langsung menggempur Bani Quraizhah langsung setelah berakhirnya perang Ahzab, dan berhasil mengalahkan mereka. Kepada Bani Quraizhah diputuskan hukuman bahwa laki-laki dewasa dibunuh, para wanita dan anak-anak dijadikan tawanan, serta harga mereka dijadikan ghanimah.

Khaibar merupakan lahan subur pertanian yang terletak di utara Madinah. Jaraknya dengan Madinah yaitu delapan barid (sekitar 96 mil/ 154 km). Perkampungan itu dikelilingi benteng-benteng pertahanan yang berlapis-lapis.

Penyebab perang Khaibar adalah karena Yahudi Bani Nadhir—yang setelah terusir dari Madinah lalu menetap di Khaibar—menimbulkan permusuhan melawan umat Islam. Mereka berusaha memprovokasi bangsa Arab untuk melawan Rasulullah.

Rasulullah lalu mengirimkan 1400 pasukannya untuk menyerang Khaibar dan menunjuk Ali bin Abi Thalib sebagai salah seorang panglimanya. Meski berjalan alot yang dipenuhi pengepungan, akhirnya benteng-benteng Khaibar dapat ditaklukkan oleh tentara Islam. Penduduk Khaibar menyerah. Mereka menginginkan agar bisa meninggalkan Khaibar meski tidak membawa apa pun kecuali pakaian yang mereka kenakan. Akhirnya beliau pun menyetujuinya dan memerintahkan pasukannya untuk tetap melindungi warga Yahudi dan seluruh kekayaannya. Perlindungan itu sengaja diberikan oleh Rasulullah untuk menunjukkan beda perlakuan kalangan Islam dan Kristen terhadap pihak yang dikalahkan. Biasanya, pasukan Kristen dari kekaisaran Romawi akan menghancurludeskan kelompok Yahudi yang dikalahkannya.

Tetapi sebagian penduduk Khaibar meminta dispensasi kepada Rasulullah untuk tetap menetap di Khaibar guna menggarap lahannya yang subur, dengan bagi hasil sesuai dengan keinginan beliau.

Dengan penaklukan Khaibar, Islam berubah menjadi kekuatan utama di Jazirah Arab. Dan karena kemenangan umat Islam dalam pertempuran ini, kata “Khaibar” sering disebutkan dalam slogan, lagu, atau senjata-senjata buatan orang-orang Islam. Khaibar, Khaibar, Kaibar ya Yahuud! Jaisyu Muhammad Saufa Ya’uud. Ingatlah Khaibar, Khaibar, dan Khaibar Wahai Yahudi! Pasukan Muhammad akan kembali. (A. Salikin)

Untuk membaca naskah lengkap laporan ini silahkan unduh file pdf-nya.