JIHAD DI ANDALUSIA YANG TERLUPAKAN: 250 TAHUN AWAL ISLAM DI EROPA

30 March 2019

EXECUTIVE SUMMARY

“Demi Allah, andai mereka tunduk kepadaku, niscaya aku akan membawa mereka ke Roma, dan Allah akan membebaskannya melalui kedua tanganku, insyaallah”

- Musa bin Nushair, Gubernur Khilafah Umawiyah

 

Sejarah Andalusia adalah kisah tentang kegemilangan kaum muslimin yang berhasil menaklukkan wilayah di benua Eropa, yang kemudian mengisinya dengan tinta emas kejayaan dan keunggulan peradabannya. Ketika wilayah Andalusia, yang saat ini terletak di Spanyol dan sebagian kecil Portugal, berada di bawah kekuasaan kaum muslimin, kemajuan Islam menjadi rujukan bangsa-bangsa Eropa. Banyak ilmuwan dan ulama yang ahli dalam berbagai bidang, yang kemudian menjadi pelopor sains serta menjadi acuan ilmuwan-ilmuwan Barat.

Khilafah Islamiah dan dinasti-dinasti kaum muslimin berhasil mengubah wilayah di dataran Eropa itu menjadi simbol kegemilangan peradaban dan kekuatan kaum muslimin. Para sejarawan yang meneliti negeri Andalusia banyak menceritakan, bagaimana umat Islam yang bercokol di wilayah itu berhasil memberikan sumbangsih bagi peradaban dan perkembangan ilmu ke segala penjuru di Eropa.

Andalusia, yang kini menjadi wilayah Kerajaan Spanyol, pernah merasakan berada di bawah kekuasaan kaum muslimin, selama kurang lebih 800 tahun atau 8 abad lamanya. Dari tahun 92 H/711 M hingga tahun 797 H/1492 M. Jika hari ini kita mengenal kota-kota indah seperti Barcelona, Madrid, Valencia, Sevilla, Granada, Malaga, Cordova, dan sebagainya yang tersohor di Spanyol sebagai basis klub-klub sepak bola ternama serta menjadi tujuan wisata dunia, maka pada masa lalu kotakota tersebut dihuni oleh kaum muslimin, dan berada di bawah pemerintahan Islam.

Pada masa lalu, kota-kota di Andalusia juga menjadi pusat-pusat ilmu pengetahuan dengan berbagai perpustakaan yang megah dan ulama-ulama yang terkenal. Masjid-masjid berdiri megah, simbol-simbol keislaman tersebar di manamana.

Begitulah keadaan negeri Andalusia pada masa lalu, negeri yang sampai hari ini masih lekang dalam ingatan kaum muslimin, meskipun sejarahnya kini telah berubah. Oleh sebab itu, di dalam fatwanya yang dibukukan dengan judul Ad-Difa’ ‘an Aradh Al-Muslimin ‘Membela Bumi Umat Islam’, Dr. Abdullah Azzam menyebutkan Andalusia sebagai wilayah yang kini “terjajah” dan wajib dibebaskan.

Tulisan kali ini hanya membahas fase awal keberadaan kaum Muslimin di Andalusia, sekitar 250 tahun (dua setengah abad) lamanya. Dimulai sejak penaklukan Gibraltar oleh Panglima Thariq bin Ziyad pada masa Gubernur Maghrib Musa bin Nushair (711 M) hingga puncak kejayaan Khilafah Umawiyah di Kordoba (961 M). (F. Irawan)

Untuk membaca naskah lengkap laporan ini silahkan unduh file pdf-nya.