TANGGAPAN ULAMA TERHADAP SERANGAN KOALISI INTERNASIONAL ATAS DAULAH KHILAFAH

31 October 2014

Saat ini telah berlalu sekitar sebulan sejak koalisi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melakukan serangan udara terhadap Daulah Khilafah. Keterlibatan langsung AS secara militer tercatat sejak 8 Agustus 2014, ketika pesawat pembom dan drone menyasar sasaran-sasaran Daulah Khilafah.[1]

Fakta lapangan menunjukkan bahwa ketika pasukan koalisi internasional itu mulai melakukan serangannya, ternyata yang menjadi target sesungguhnya tidak hanya Daulah Khilafah saja, namun sejumlah faksi-faksi mujahidin lain pun turut menjadi target serangan mereka. Bahkan tak sedikit dari rakyat sipil yang menjadi korban dalam serangan yang mereka lancarkan.

Misalnya, pada Selasa (7/10) mereka menjatuhkan bom di sebuah pasar dan bangunan apartemen warga sipil. Mengutip sejumlah sumber, situs alalam.ir memberitakan bahwa 22 orang tewas seketika dan 43 lainnya cedera serius. Ini adalah korban sipil terbesar dalam pemboman terhadap Daulah Khilafah. Sementara itu, situs antiwar.com memberitakan adanya kesalahan informasi soal target serangan. Pesawat AS seharusnya membom bangunan di ujung jalan, karena di tempat itu sejumlah petinggi Daulah Khilafah di Provinsi Anbar sedang mengadakan pertemuan.

Pemboman yang menewaskan warga sipil sebelumnya terjadi di Suriah. Saat itu, 19 orang tewas. Di utara Irak, warga sipil yang menjadi korban pemboman 7 orang. Militer Irak melaporkan eksodus warga sipil dari Hit, kota yang baru saja direbut Daulah Khilafah, terjadi hampir setiap hari. Warga tahu Hit akan menjadi sasaran pemboman karena dikuasai Daulah Khilafah.[2]

Dalam perkembangannya, operasi militer AS di Irak dan Suriah terhadap Daulah Khilafah kini diberi nama sandi Operasi Inherent Resolve. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pejabat Komando Sentral AS (US Cent Com), Selasa (15/10/2014). Nama operasi itu juga dinyatakan berlaku surut untuk semua aksi militer AS yang dilakukan terhadap Daulah Khilafah di Irak dan Suriah sejak serangan udara mulai dilakukan pada 8 Agustus lalu di Irak. Demikian ditulis oleh portal berita IraqiNews.com.

Nama operasi ini dimaksudkan untuk mencerminkan tekad yang tak tergoyahkan dan komitmen mendalam AS serta para mitra negara-negara di Timur Tengah dan seluruh dunia untuk mengganyang Daulah Khilafah yang dianggap mengancam masyarakat lokal, regional, maupun internasional. Pejabat Cent Com tersebut menambahkan bahwa nama ini dikatakan sebagai lambang tekad dan dedikasi kuat anggota koalisi pimpinan AS untuk bekerja sama dengan semua sumberdaya—baik secara diplomatik, informasi, militer dan ekonomi—untuk melemahkan Daulah Khilafah.[3]

Selanjutnya, dalam tulisan ini akan disajikan pendapat para ulama, tokoh, dan sejumlah kelompok jihadi global

 

1. Abu Muhammad Al-Maqdisi:

Sebagai bentuk respons dan kepedulian atas serangan yang menimpa para Mujahidin di Irak dan Suriah, Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi memberikan nasihat dan saran kepada mereka. Selain itu Al-Maqdisi juga menghimbau kepada kaum Muslimin untuk mendoakan mereka yang saat ini mendapat gempuran para salibis dan sekutunya. Uraian lengkap dari Al-Maqdisi di bawah ini, yaitu terjemahan dari situs resmi Minbar At-Tauhid wa Al-Jihad.[4]

 

Ya Allah, Tolonglah Para Mujahidin, Selamatkanlah Kaum Muslimin yang Tertindas, dan Hancurkanlah Pasukan Salib dan Murtad

 

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

 

Perang Salib melawan Islam telah dimulai di Suriah dan Irak, dengan dibantu oleh orang-orang murtad. Hal ini terjadi setelah kerja intelijen yang begitu lama dan kurangnya keamanan di tengah segmen mujahidin. Mereka beralih kepada penggunaan sarana komunikasi dari semua jenis, dan berusaha mencoba untuk menggunakannya. Sehingga kami khawatir kepada saudara-saudara kita mujahidin dan para pemimpin mereka. Kita berdoa kepada Allah Ta’ala untuk melindungi mereka dan memberikan kesabaran serta keteguhan terhadap apa yang terjadi. Di antara mereka ada yang kami kenal dan ada juga yang tidak kami kenal.

Selain itu kami berpikir untuk menilai, bagaimana membersihkan orang-orang munafik atau yang sejenis. Menunjukkan orang yang benar-benar memihak kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Dan membedakannya dari orang-orang yang memihak kepada tentara salib dan para thaghut, “…Sehingga semakin tersesat orang yang tersesat setelah mendapat penjelasan dan hiduplah orang yang hidup (dengan hidayah) setelah mendapat penjelasan..”

Di samping itu, ada peningkatan dalam mengungkap dan mengekspos kejahatan para thaghut dan juga tentara-tentara murtad, sehingga dapat menyadarkan kaum muslimin. Ini adalah salah satu perubahan (yang baik).

Demikian juga hal ini berpengaruh terhadap kesiapan hati untuk kembali kepada Allah Ta’ala dan bertaubat atas ketidakadilan (yang dilakukan). Begitu juga dengan musibah yang terjadi, bertujuan agar kita meminta perlindungan kepada Allah dan melapangkan jiwa untuk mengingat ulang serta kembali kepada-Nya. Semoga Allah memberikan yang terbaik bagi para mujahidin.

Tujuan kami dalam hal ini untuk saling mengingatkan apa saja yang harus dilakukan oleh para mujahidin dan juga umumnya bagi kaum muslimin dalam menghadapi musibah ini, yaitu:

Pertama: Wajib untuk rujuk atau kembali kepada Allah Ta’ala dan berpegang teguh terhadap seluruh perintah-Nya, memperbaharui taubat secara umum, serta mengikhlaskan niat kepada Allah dalam dakwah dan jihad.

Kedua: Bertaubat secara khusus atas berbagai tindakan zalim yang kita perbuat, berhenti untuk melakukannya lagi, berinisiatif menunaikan hak-hak (yang terabaikan), serta memperbaikinya.

Ketiga: Menyatakan loyalitas kepada orang-orang beriman, tidak menertawakan sebagian dari golongan mereka, atau senang saat mereka tertimpa musibah dan agresi dari tentara salibis, yaitu mereka yang tidak suka melihat terbunuhnya seorang muslim di tangan tentara salib, karena mereka telah memerangi dan memecah-belah negara Islam. Besok mereka akan memecah-belah dan memerangi setiap faksi atau kelompok yang ikhlas kepada Allah dan orang-orang yang menolong agama-Nya, kelompok-kelompok yang menegakkan syariat-Nya, serta kaum muslimin yang jujur dalam satu kapal. Tidak ada orang waras yang ingin kapalnya tenggelam, sedang pengemudinya adalah dia sendiri.

Keempat: Menampakkan kecintaan kepada kaum muslimin, dan benci kepada musuh, serta bersegera untuk berinisiatif membebaskan tawanan sipil yang belum dieksekusi yang berada di antara mujahidin Daulah, JN, dan faksi-faksi mujahidin lainnya. Semoga hal itu menjadi solusi awal untuk memecahkan perselisihan yang sulit dipecahkan, membuat marah musuh, dan membantu para mujahidin, membuat mereka keluar dari penjara untuk menolong saudara-saudara mereka dalam bencana ini, agar tidak selalu menjadi beban di markas dan penjara dalam kondisi seperti ini, … atau memecah belah aliansi yang ada. Apakah kita akan diam saja terhadap panggilan ini, ataukah kita menjawabnya?

Kelima: Bersegera membebaskan kaum muslimin yang dipenjara secara zalim, dan menolong para pegawai dan yang lainnya, di mana tidak ada bukti bahwa mereka mata-mata atau penyusup. Mereka datang untuk menolong kaum muslimin yang terkena bencana dan yang lemah, keadaan mereka itu sudah cukup untuk dianggap sebagai teman, bukan sebagai musuh, janganlah engkau menghalangi mereka, tetapi berterima kasihlah kepada mereka.

Keenam: Mendoakan para mujahidin dan kaum muslimin yang lemah untuk kesejahteraan mereka, agar mereka mendapat pertolongan, serta kemenangan dari musuh-musuh mereka. Berdoa kepada Allah agar membelenggu para musuh-musuh kaum muslimin dan mengalahkan mereka. Ya Allah, yang menurunkan Al-Qur’an , yang menggerakkan awan, yang menghancurkan pasukan Ahzab, hancurkanlah aliansi murtaddin, tentara salib, dan kembalikan keadaan mereka kepada kehinaan. Ya Allah, batasilah jumlah mereka, bunuhlah mereka semua, dan janganlah Engkau sisakan seorang pun dari mereka.

Ketujuh: Bersiap siaga. Sungguh, Allah telah mewasiatkan kepada kaum muslimin sebelum ditiupnya sangkakala, Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama.” Sungguh, telah banyak dari Mujahidin terkena (serangan) dikarenakan longgarnya keamanan, sampai-sampai mereka terlalu mudah dalam masalah penggunaan komputer di seluruh jaringan dan situs jaringan, serta telepon dan komunikasi, sehingga memudahkan musuh mengetahui berbagai posisi dan kantor pusat mereka. Suatu tindakan harus segera dilakukan agar tidak keliru dalam masalah ini, selain itu sesegera mungkin menjauhkan hal-hal tadi sebagai bentuk kewaspadaan dan kehati-hatian. Hai ini kami katakan bukan lantaran bekal kami lebih banyak dari mereka , tapi hal ini sebagai peringatan, penegasan, dan kekhawatiran kami atas jajaran pimpinan mereka. Sebagai bentuk loyalitas kami kepada para mujahidin. Semoga Allah Ta’ala merahmati dan menjaga mereka.

Ini adalah sebuah nasihat bagi saudara-saudaraku Mujahidin yang sedang mengalami kondisi sulit. Teruslah untuk mencintai kaum muslimin, menyatukan barisan kaum Muslimin, dan berlepas diri dari barisan tentara salib, musyrikin, dan murtaddin.

Semoga Allah Ta’ala menolong hambanya yang berjihad, melunakkan hati di antara mereka, menyatukan barisan mereka, memuliakan din-Nya, menolong bendera tauhid, membalikkan bendera syirik, salib, mencerai beraikan tentara musyrikin dan tentara thaghut, memberikan kepada saudara-saudara kita rasa tolong menolong, dan menjadikan apa yang mereka miliki sebagai ghanimah bagi mujahidin. Amin.

 

Selasa, 28 Dzulqa’dah 1434 H.

 

2. Abu Bashir Ath-Tharthusi

Melalui situs resminya altartosi.net, ulama jihadi kelahiran Suriah, Abu Bashir Ath-Tharthusi menyampaikan pernyataan sikapnya dalam dua tulisan.

Pernyataan pertama lebih menyoroti latar belakang serangan yang tidak lepas dari kontroversi sikap Daulah Khilafah.

 

Sampai Kapan Kita Terus Berkutat dengan Dampak-Dampak yang Ada tanpa Beranjak untuk Memperhatikan Sebab-Sebabnya?

 

Semua orang berbicara tentang koalisi internasional yang diproyeksikan untuk memerangi apa yang mereka namakan sebagai ‘terorisme’, dengan alasan untuk memerangi Jamaah Daulah. Mereka bertanya-tanya, apa hukumnya bagi orang yang bekerjasama dan berkomplot dengan koalisi ini untuk mencapai tujuannya? Namun, mereka tidak memperhatikan sebab-sebab yang membantu terbentuknya koalisi antara negara-negara kafir internasional serta negara-negara munafik untuk memerangi negeri-negeri kaum muslimin.

Semua orang terlibat ingin mengklasifikasikan orang-orang, dan mengafirkan siapa saja yang bekerja sama atau berniat untuk bekerja sama dengan koalisi internasional ini, namun mereka tidak melihat siapa sebenarnya yang menyebabkan terwujudnya koalisi ini? Siapa sebenarnya yang membantu akan terbentuknya koalisi ini, dan siapa sebenarnya yang mempermudah misinya, dan hingga kini masih terus membantunya?!

Bukankah Jamaah Daulah dengan ketololan dan kecerobohannya, dengan perbuatannya yang salah, dan dengan pengkhianatan sebagian dari mereka, yang telah membantu terbentuknya koalisi internasional ini dan menyebabkan seluruh negara-negara di dunia murka terhadap negeri-negeri kaum muslimin?

Bukankah Jamaah Daulah dengan ketololan dan kecerobohannya, dan dengan perbuatannya yang salah yang telah memberikan justifikasi secara moral dan politik kepada koalisi internasional ini? Dan mengumpulkan seluruh kalangan di penjuru dunia walaupun masing-masing saling berbeda, bertentangan dan berselisih untuk bersatu memerangi negeri-negeri kaum muslimin?

Kami dan juga orang-orang selain kami ingin mengatakan: Sesungguhnya kami menolak keberadaan koalisi internasional ini. Kami juga mengharamkan dan menganggap dosa umat dan para putranya yang berniat untuk bergabung atau bekerja sama dengannya. Namun, di mana sekarang orang-orang yang harus dimintai pertanggungjawaban karena telah menyebabkan semua ini terjadi? Di manakah mereka yang menolong dan masih terus menolong koalisi yang tujuannya busuk ini?

Sampai kapan kita harus berkutat dengan dampak-dampak yang ada tanpa beranjak untuk memperhatikan sebab-sebabnya? Sehingga dampak-dampak tersebut harus terjadi berulang kali di berbagai tempat dan waktu.

Perumpamaan kita dalam hal ini adalah seperti seseorang yang menyerahkan seorang tawanan lemah yang terbelenggu kepada singa buas yang lapar, sehingga singa itu pun memangsanya. Dan ketika ia telah di mangsa, kita justru berdiam diri selama berbulan-bulan sambil terus mengutuk singa buas itu karena perlakuannya yang buruk terhadap sang tawanan yang lemah. Sementara sekalipun kita tidak pernah bertanya-tanya dan mengevaluasi, juga tidak pernah mengubah kata-kata kita terhadap orang bodoh yang jahat lagi pengkhianat, yang telah menyerahkan sang tawanan yang lemah itu kepada singa buas tadi!

Kita mengutuk kezaliman dan kegelapan, namun sebagian dari kita adalah yang menyebabkan itu terjadi!

Kita mengutuk dominasi orang-orang kafir dan munafik terhadap negeri dan penduduk muslimin, namun sebagian dari kita adalah yang menyebabkan itu terjadi!

Kita mengutuk para pembunuh anak-anak, wanita dan lansia, namun sebagian dari kita adalah yang menyebabkan itu terjadi dan terlibat dalam melakukan hal yang serupa!

Kita melaknat penjajahan dan mengutuknya dalam waktu yang lama, padahal orang-orang bodoh di antara kita adalah yang menyebabkan itu terjadi dan menjadi penolongnya dalam keadaan sadar atau tidak sadar!

Sampai kapan kondisi ini akan terus berlanjut? Sampai kapan umat kita ini akan terus menjadi mangsa yang mudah tertangkap oleh nelayan?!

Sampai kapan kita akan terus bersikap longgar terhadap para musuh kita yang ingin menjalankan misinya di negeri-negeri kaum muslimin?!

Sampai kapan? Sampai kapan?!

Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kaumku, karena mereka tidak mengerti!

16 September 2014

 

Selanjutnya, pernyataan kedua berisi pernyataan sikap berlepas diri dan menentang koalisi internasional.[5]

 

Pernyataan Seputar Serangan Salibis terhadap Suriah

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, dan tidak ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim. Wa ba’du:

Sejak lebih dari empat tahun yang lalu rezim Suriah yang sektarian dan jahat memberlakukan teror dan kejahatan terhadap rakyat Suriah yang tidak bersenjata, ia tidak membiarkan segala jenis kejahatan yang ditentang oleh rasa kemanusiaan terlebih lagi syariat samawi, kecuali pasti ia lakukan terhadap rakyat Suriah. Seiring dengan itu persatuan negara-negara yang disertai oleh pemerintahan munafik Arab tidak mengambil satu pun keputusan untuk melawan Basyar Al Assad dan orang-orang yang bersamanya dari para penjahat yang suka menumpahkan darah!

Perjanjian Jenewa I, Perjanjian Jenewa II, dan Perjanjian Jenewa III sebentar lagi dimulai, namun tetap saja mereka tidak mampu mengeluarkan satupun keputusan yang menentang para thaghut yang jahat, yaitu Basyar Al Assad dan jajaran pemerintahannya!

Ketika mereka berpikir untuk menghadapi gempuran rezim Assad yang tiran, mereka mengajukannya kepada parlemen mereka dengan tujuan mengambil keputusan dari voting, padahal pada saat yang sama mesin perang Assad beserta bom-bom barelnya, kontainer-kontainernya yang penuh dengan peledak, dan senjata-senjata kimianya tidak menghentikan aksi durjananya terhadap rakyat Suriah tak bersenjata yang tertindas, setelah tarik ulur dan pembahasan yang panjang, serta menghabiskan waktu yang lama, akhirnya keluarlah keputusan mereka yang menyatakan agar sesegera mungkin menghentikan segala bentuk penyerangan terhadap rezim Assad yang tiran!

Lalu lihatlah mereka pada hari ini dengan alasan dan delik Jamaah Daulah (IS), tanpa mereka harus membahas lagi di dalam parlemen, seluruh negara-negara salib dan negara-negara teluk yang munafik saling bersepakat dan bersatu untuk menggempur rakyat Suriah yang tak bersenjata serta revolusi dan para mujahidinnya – kita mengetahui permulaannya, namun kita tidak mengetahui kapan ia berakhir –.

Maka berkumpullah pesawat-pesawat mereka dengan pesawat-pesawat serta bom-bom barel sang thaghut tiran Basyar Al Assad untuk menggempur rakyat Suriah yang tak bersenjata dan tertindas, menggempur anak-anak, wanita, dan para lansianya, mengusirnya agar menjadi rakyat yang paling banyak terusir, dan membuatnya bertambah takut!

Yang tampak dari tujuan serangan koalisi mereka dan pengeboman pengecut mereka adalah Jamaah Daulah (IS) dan terorisme seperti yang mereka klaim, padahal tujuan tersembunyi mereka adalah menyerang rakyat dan tanah Suriah!

Mereka ingin menghancurkan masa depan Suriah dan revolusi Suriah, menghancurkan kebebasan dan kemerdekaan Suriah agar mereka dapat memberlakukan pandangan mereka – yang di dalamnya ada kepentingan mereka – terhadap rakyat Suriah!

Jadi, kami mengatakan dengan sejelas-jelasnya: Sesungguhnya kami menolak koalisi negara-negara – yang diikuti oleh negara-negara teluk pengkhianat – dan kami melihatnya sebagai musuh yang melangkah bersama thaghut Basyar Al Assad dan pemerintahannya dalam memerangi rakyat Suriah yang tak bersenjata, serta memerangi revolusi dan perjuangan mereka untuk meraih kemerdekaan, dan memerangi pasukannya yang terdiri dari para revolusioner dan para mujahidin.

Ya Allah, lindungilah Syam, penduduk Syam, anak-anak dan para wanita Syam, serta para mujahidin dan para revolusioner Syam dari keburukan para alibis yang dengki, dan para munafikin yang membuat makar, serta dari segela keburukan. Allahumma Amin.

 24 September 2014

 

4. Yusuf Al-Qaradhawi, Ketua Persatuan Ulama Muslimin Internasional (International Union of Muslim Scholars)

Ketua International Union of Muslim Scholars Yusuf Al-Qaradhawi menentang koalisi 40 negara anti-ISIS yang digalang Amerika Serikat. Menurutnya, aksi ini hanya untuk kepentingan AS. Melalui akun Twitter-nya, ulama yang kini berada di Qatar ini mengaku memiliki cara dan metode yang sangat jauh berbeda dengan Daulah Islamiyah. Akan tetapi, dikutip dari World Bulletin.net, ia tak menerima tindakan Amerika Serikat yang memerangi ISIS hanya untuk kepentingan mereka.

Selain itu, cara AS memerangi ISIS bukan dengan cara-cara Islami. Komentar tersebut ia tulis, Ahad kemarin di akun Twitter-nya @alqaradawy. Al-Qaradhawi memicu keretakan antara Qatar dan sekutu negara Teluk lainnya karena komentar dia yang mendukung Ikhwanul Muslimin. Namun, di saat yang sama Qatar malah memberikan suaka politik kepada Al-Qaradhawi. Bahkan pada saat yang sama Al-Qaradhawi diberikan tempat untuk mengudara di televisi Al Jazirah.

Atas dasar itu tiga negara, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Bahrain menarik duta besar mereka. Ketiga negara kaya raya itu menuduh Doha gagal mematuhi kesepakatan untuk tak mencampuri urusan negara lain. Namun, Qatar membantah tuduhan itu.

Amerika Serikat, telah membentuk koalisi untuk memerangi ISIS di Irak dan Suriah. Termasuk di dalamnya 10 negara Arab. Dikutip dari New York Times, Obama menegaskan langkah mereka bukan untuk memerangi Islam. ''(Daulah Islamiyah) bukan Islam ... tidak ada agama yang menyuruh kita untuk membunuh orang lain,'' tutur dia dalam sebuah khotbah.[6]

 

5. Seruan persatuan dan genjatan senjata antarfaksi dari ulama dan tokoh jihadi

Paska serangan koalisi internasional yang dipimpin AS pada Selasa, (23/09) lalu, masyarakat sipil dan sejumlah faksi utama jihad Suriah menjadi sasaran serangan. Rezim Assad pun tak ketinggalan menggencarkan serangannya demi meraih keunggulan.

Menyikapi hal ini, sejumlah ulama dan tokoh yang sudah malang melintang di dunia jihad membuat sebuah petisi. Di antaranya adalah Abu Muhammad Ad-Daghistani (Amir Emirat Kaukasus), Abu Muhammad Al-Maqdisi, Abu Qatadah Al-Filasthini, Dr. Hani As-Siba’i, Dr. Thariq Abdul Halim, Dr. Abdullah Al-Muhaisini, Dr. Aiman Al-Balawi, dan sederet ulama lainnya. Mereka menganjurkan agar seluruh faksi-faksi jihad bersatu. Seruan gencatan senjata antara faksi-faksi yang bertikai pun dikumandangkan. Isi dari petisi para ulama jihad di Syam kepada mujahidin Suriah.

 

مبادرة ودعوة إلى هدنة بين الفصائل في الشام

 

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Pemurah.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta Alam. Shalawat serta salam atas nabi terpilih yang menjanjikan pahala besar untuk amal saleh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, sehingga beliau bersabda: “Seutama-utama hari di dunia adalah sepuluh hari (pertama bulan Dzulhijjah).”

Amma Ba’d….
Berangkat dari serangan salibis terhadap saudara-saudara kita di Syam dan Irak, bahkan terhadap seluruh umat Islam dan Islam itu sendiri. Sebagaimana dinyatakan musuh-musuh kita, yang terakhir dikatakan Senator AS bahwa perang yang digulirkan AS adalah: “(Perang) terhadap Islam, bukan organisasi tertentu”.

Maka, kami ingatkan di tengah-tengah serangan ini apa yang dilakukan Muawiyah radhiyallahu ‘anhu ketika thagut Romawi menyurati beliau di saat pertempuran antara beliau dan Ali radhiyallahu ‘anhu sedang berlangsung. Beliau pun marah dan mengancam akan berdamai dengan keponakannya serta bekerjasama.

Oleh karena itu, inilah kewajiban kita atas darah-darah mujahidin, dan semoga Allah SWT menghukum orang-orang kafir dan membalas agresi mereka terhadap seluruh umat Islam:

Kami menyeru seluruh faksi mujahidin di Syam dan Irak untuk segera menghentikan pertempuran antara sesama mujahidin. Seruan ini berlaku sejak dipublikasikan pernyataa ini hingga malam hari Arafah, yang semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk bumi Syam dan penduduknya dengan gemuruh doa umat Islam di hari Agung itu.

Hendaknya saudara-saudara kami yang menolong agama Allah untuk tetap berjaga di perbatasan-perbatasan antara dua pihak yang bertikai, demi mengukuhkan perbatasan serta mengurangi kontak senjata.

Kami mendesak seluruh faksi mengumumkan sikap mereka menanggapi petisi ini dengan cara masing-masing dalam waktu tiga hari, terhitung sejak dipublikasikannya pernyataan ini. Hal ini untuk mengetahui siapa yang menolak petisi yang diberkahi ini.

Marilah kita menjaga darah-darah mujahidin dan membuat marah orang-orang kafir serta membahagiakan hati-hati seluruh umat Islam. Sehingga, mujahidin dapat fokus menghadapi musuh-musuh yang menyerang mereka dan menyerang wilayah kaum muslimin.

Saat ini, 40 negara telah bersatu menyatakan diri perang terhadap Islam dan pengikutnya. Apakah kecintaan kita terhadap Islam dan kaum muslimin tidak mendorong menghentikan saling serangan di bawah gempuran kampanye salibis ini walau sesaat, meskipun tidak bisa menghentikannya selamanya!!?

Kami mengharap semoga Allah SWT meluruskan niat dan membimbing hati kita serta meneguhkan perkataan dan perbuatan kita di hari Idul Adha yang penuh berkah ini. Di mana, hari itu mengingatkan kita kepada pengorbanan melawan arogansi jiwa demi ketaatan kepada Allah SWT.

Kami menyeru saudara-saudara kami mengawal pelepasan tahanan (sesama mujahidin) dan tidak mengotori tangan mereka dengan darah haram di masing-masing pihak…

Ya Allah.. Berilah pertolongan kepada para mujahidin, lunakkanlah hati mereka, satukanlah barisan mereka, tinggikanlah bendera tauhid dan hinakalanlah bendera kesyirikan dan selamatkanlah hamba-hamba-Mu, umat Islam yang lemah.

Semoga shalawat serta salam selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad serta keluarga dan para sahabatnya….

Dikeluarkan tanggal 6 Dzulhijjah 1435 H

Yang menandatangani:
1. Syaikh Abu Muhammad Ad-Daghistani (Amir Imarah Kaukasus)
2. Syaikh Abu Muhammad Al-Maqdisi
3. Syaikh Abu Qatadah Al-Filasthini
4. Syaikh Dr. Hani As-Siba’i
5. Syaikh Dr. Thariq Abdul Halim
6. Syaikh Umar Al-Hadusyi
7. Syaikh Muhammad Salim bin Muhammad Al-Amin Al-Majlisi
8. Syaikh Abul Wafa’ At-Tunisi
9. Syaikh Abdullah Al-Muhaisini
10. Syaikh Abu Abdillah Shadiq bin Abdullah Al-Hasyimi
11. Syaikh Umar bin Abdullah bin Abdurrahman
12. Syaikh Manar bin Ramadhan Al-Malasi
13. Syaikh Aiman Ja’far
14. Syaikh Dr. Aiman Al-Balawi

15. Syaikh Abu Sayyaf Majid Ar-Rasyid

16. Syaikh Abul Izz An-Najdi

17. Syaikh Abdullah bin Ahmad Al-Bin Al-Husaini

18. Syaikh Dr. Muhammad Tharhuni

19. Syaikh Muhammad At-Tijani

20. Syaikh Abdul Aziz Al-Jarbu’

21. Syaikh Abul Miqdad Al-Kindi

22. Syaikh Abu Abdillah Imad bin Abdullah At-Tunisi

NB: Karena keterbatasan waktu serta pendeknya masa berlaku petisi ini, kami tidak dapat menyampaikannya kepada para syaikh lainnya. Untuk itu, kami masih membuka pintu bagi para ulama untuk ikut menyaksikan petisi ini serta memublikasikan dan mendukungnya. Kami berharap semoga Allah memberikan balasan bagi siapa saja yang menolong agamanya dengan sebaik-baiknya balasan.

 Sumber: Minbar At-Tauhid wa Al-Jihad http://www.tawhed.ws/r?i=30091401; 2014-09-30

 

6. Dr. Abdullah bin Muhammad Al-Muhaisini

Seruan Jihad dari Syaikh Al-Muhaisini di Tengah Gencarnya Serangan Koalisi Salibis terhadap Umat Islam

 Kondisi peperangan di Syam, demi Allah, dipenuhi dengan kabar gembira dan kemenangan yang tidak dapat kami hitung, dari Dar’a ke Damaskus, lalu ke Aleppo dan As Sahil, inilah janji Rabb kita.

Di Qalamoun dan Lebanon, Hizbusy Syaithan dibantai oleh para singa Jabhah Nushrah, puluhan personel tewas dan sejumlah lainnya berhasil ditangkap, kini dengan izin Allah, para tentara Hizbusy Syaithan itu sebentar lagi akan dieksekusi. Para mujahidin juga berhasil merebut sejumlah besar roket anti tank yang berasal dari bantuan Amerika kepada Hizbusy Syaithan.

Adapun di Dourin (Provinsi Latakia), para mujahidin berjuang dengan penuh keberanian melawan pasukan Nushairiyah dan berhasil membunuh puluhan personel mereka, di antaranya adalah sejumlah pejabat penting di kemiliteran.

Di Handarat (Aleppo) para pejuang Jaisyul Muhajirin dan Jabhah Islamiyah melakukan pengintaian dan berhasil menyergap dan menawan sejumlah orang syiah yang berkebangsaan Afghan! Sedangkan sisanya terbunuh dan pertempuran masih terus berlanjut.

Ini adalah beberapa kabar gembira dari Syam, adapun kabar gembira dari Yaman adalah para pejuang Anshar Syariah berhasil menawan sejumlah pasukan Hautsiyyin.

Saya meminta kepada sang singa pertempuran, Abu Ahmad Al Maghribi – Taqabbalahullah –, sang Amir Harakah Syam Islam untuk bernasyid dengan suaranya yang merdu:

Banyak orang meninggalkan jihad di jalan Allah berdalih dengan banyak alasan, dan ia tidak takut dengan firman Allah:

إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبۡكُمۡ عَذَابًا أَلِيمٗا وَيَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain” [Qs. At Taubah: 39]

Barang siapa yang beralasan bahwa ia meninggalkan jihad lantaran para mujahidinnya telah rusak, buruknya perekrutan mereka, terdapat perpecahan di antara mereka, atau ada yang mengendalikan mereka, maka kami akan menjawabnya dengan firman Allah:

فَقَٰتِلۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفۡسَكَۚ

“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri” [Qs. An Nisa’: 84].

Merugilah bagi setiap bapak dan ibu yang tidak mengizinkan anaknya berangkat berperang.. Wahai ayah dan ibu yang terhormat: apakah kalian tidak senang jika kalian mengikutkan mereka untuk mendapatkan pahala yang agung dari Allah?

Sungguh beruntung apabila ada pemuda yang berangkat berjihad lalu ibunya berkata kepadanya: “wahai anakku, aku ingin agar engkau membahagiakanku dengan kesyahidanmu” lalu anaknya menjawab: “wahai ibu, saya ingin mempersembahkan kepadamu kesyahidan sehingga saya dapat memberikan syafaat kepadamu dan 70 orang sanak familiku”.

Berikut ini adalah seorang lelaki yang berperang di jalan Allah lalu kedua tangannya putus, namun ia terus saja berjuang hingga jihadnya ini menjadi hujjah terhadap para qaidun (orang yang duduk-duduk tidak berjihad,-red).

Di saat peristiwa-peristiwa akhir-akhir ini, beberapa orang di antara mereka yang tertinggal dari jihad beralasan bahwa jihad telah dikendalikan oleh kepentingan lain, maka kami katakan: “tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri”.

Seorang mujahidin bertanya kepadaku dengan suara yang tinggi dan berapi-api, apakah masuk akal apabila ada orang yang tidak mengeluarkan satupun pernyataan yang mengingkari operasi salibis? Bukankah ini berkenaan dengan aqidah dan agama?

Maka saya jawab: “Yang lebih disayangkan lagi adalah ketika kita mendapati puluhan kicauan twitter darinya yang membahas apa perbedaan antara takbir muthlaq (takbir pada bulan Duzl Hijjah) dan takbir muqayyad (takbir pada setiap sehabis shalat 5 waktu dimulai sejak shalat shubuh hari Arafah / 9 Dzulhijjah hingga shalat asar hari Tasyriq yang terakhir) dan kami tidak melihat satupun kicauan twitter darinya yang menentang para salibis!

Saya di sini ingin mengajukan pertanyaan kepada para pelajar, jika kalian berasalan bahwa diamnya kalian terhadap serangan salibis karena kondisi yang terpaksa, maka apakah seorang manusia akan terus merasa terpaksa walaupun saudaranya tengah sekarat.

Jikalau sebuah keputusan menetapkan bahwa kaum wanita boleh menyetir mobil, spontan bermunculanlah pernyataan-pernyataan yang membantah, namun di manakah mereka ketika pasukan salibis muncul dan menyerang kaum muslimin?

Apakah kalian tega Islam tengah dilanda oleh perang yang hebat di Syam, Yaman, Lebanon, Iraq, dan negeri lainnya, kemudian satu-satunya peran yang kalian berikan pada saat ini adalah menonton headline news di Al Jazeera Channel sambil bersikap tidak peduli?

Ia meninggalkan jihad lantaran para mujahidinnya berselisih, tidak ada organisasi, tidak mengetahui kebenaran, takut fitnah, perang yang panjang, kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh beberapa faksi dan lain-lain, namun ia lupa dengan firman Allah:

لَا تُكَلَّفُ إِلَّا نَفۡسَكَۚ

“tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri” [Qs. An Nisa’: 84].

Wahai para mujahidin, apakah kalian kira kalian tidak akan diuji dan mengalami berbagai bencana sedangkan kalian tengah menjalankan amalan puncak Islam? Namun cukuplah bagi kalian bahwa sesaat berada di medan jihad di jalan Allah lebih baik dari pada beribadah 60 tahun, begitu sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam.

Wahai para mujahidin, di surga tidak ada pintu yang bernama Jabhah An-Nushrah, Jabhah Anshar Ad-Din, atau Ahrar Asy-Syam, yang ada hanyalah pintu jihad di jalan Allah.

“Tidak akan terkumpul seorang kafir dengan pembunuhnya di dalam neraka selamanya.”

“Barang siapa yang berdebu kedua kakinya menuju di Jalan keridhaan Allah, maka Allah haramkan ia dari api neraka.”

“Barang siapa yang menembakkan sebuah panah, maka baginya surga.”

“Barang siapa yang berperang seukuran dua kali memerah unta, maka baginya masuk surga.”

 Dr. Abdullah Al-Muhaisini

Sumber: www.mhesne.com

 

7. Ulama Yordania

Selain itu, kecaman serupa juga muncul dari sejumlah besar ulama Yordania, mereka menilai bahwa bentukan koalisi tersebut sama saja ingin melawan Islam, sementara kempanye untuk menyerang Daulah Khilafah hanya sebagai alasan dan bentuk legitimasi mereka untuk menyerang kaum muslimin. “Oleh karena itu kami dengan tegas mengecam seluruh intervensi koalisi tersebut, dan hukumnya haram bergabung atau ikut membantu mereka dalam bentuk apa pun.” Demikian tegas mereka.

Sekelompok ulama dan tokoh di Yordania mengeluarkan pernyataan yang mereka tanda tangani, menolak serangan internasional yang dipimpin oleh Amerika di kawasan ini dan menganggapnya sebagai serangan terhadap Islam dan hak rakyat untuk hidup merdeka dan mulia dengan kedok memerangi Tanzhim Daulah (IS). Dalam pernyataan ini juga mereka mengharamkan bantuan terhadap serangan ini dengan bentuk apa pun. Mereka menegaskan untuk berdiri di samping rakyat Suriah dan Irak di tengah penderitaan mereka. Mereka memberi catatan bahwa orang-orang yang ikut tanda tangan berasal dari latar belakang intelektual yang berbeda-beda.

 Penjelasan yang Disampaikan oleh Sekelompok Ulama, Dai, dan Tokoh di Yordania tentang Aliansi Internasional

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ

Hai orang-orang yang beriman hendaklah kalian menjadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. (QS Al-Maidah: 8)

Dalam rangka membenarkan kebenaran dan menunaikan amanah ilmu dan dakwah maka inilah pernyataan untuk menjelaskan sikap syar’i terhadap Aliansi Internasional yang dipimpin oleh Amerika di kawasan ini:

Sungguh negara-negara Barat telah menyaksikan dengan mata kepalanya kejahatan rezim Suriah dan milisi-milisinya yang ditugaskan untuk melakukan pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, pembakaran, perampokan, penyekapan di dalam penjara-penjara bawah tanah, pengusiran, pemboman, penghancuran, penenggelaman orang-orang yang hijrah meninggalkan Suriah ke laut. Mereka betul-betul telah menyaksikan semua itu dan mereka diam seribu bahasa, bahkan mereka memberikan dukungan secara langsung dan tidak langsung selama tiga setengah tahun ini. Mereka juga telah menyaksikan dengan mata kepala hal-hal yang sama seperti itu terjadi pada Ahlussunnah di Irak setelah mereka menancapkan hukum sektarian di sana.

Setelah semua ini terjadi, datanglah negara-negara Barat untuk campur tangan di kawasan tersebut. Awalnya mereka mengklaim serangan terhadap tanzhim daulah (IS) dengan benar-benar melupakan pokok masalah yaitu kejahatan rezim penguasa terhadap umat Islam yang tidak bersenjata. Kemudian, ternyata serangan ini hanya menambahkan kehancuran dan penderitaan kepada rakyat Suriah dan Irak. Mereka mengebom beberapa faksi Sunni. Sementara yang lain diposisikan pada daftar teroris sebagai langkah awal untuk memeranginya. Bahkan, mereka membunuh puluhan warga sipil tidak bersenjata dan menghancurkan rumah mereka untuk memastikan dua rezim Suriah dan Irak tetap melanjutkan penjajahan terhadap wilayah-wilayah yang rapuh dan tetap mempraktekkan kekejaman di dalamnya. Bahkan, dua rezim ini menyambut serangan Amerika dan sekutunya dan menganggap bahwa mereka berada dalam satu parit dengan Amerika dan sekutunya melawan “terorisme”.

Timbul masalah tentang perang melawan “terorisme” dengan pengertian versi Amerika yang prakteknya adalah memerangi Ahlussunnah yang berperang secara umum dan tidak terkait dengan tentara-tentara Amerika. New York Times, koran ternama di Amerika mengeluarkan berita di halaman depan pada hari Rabu, 24 September 2014 dengan judul “Serangan Udara Amerika dan Sekutunya Mengenai Milisi Sunni”!

Bahkan, bersamaan dengan itu muncul pernyataan Presiden AS bahwa dia tidak akan mentolerir umat Islam yang mendakwahkan kebencian terhadap agama lain! Pernyataan ini mengandung isyarat bahwa tujuan utama serangan yang keluar untuk menghadapi kelompok-kelompok bersenjata adalah untuk memerangi identitas Islam sesuai dengan kebijakan politik Amerika dan para pengekornya di kawasan ini dan memerangi siapa pun yang ingin membebaskan negerinya dari ketergantungan terhadap Barat yang memperbudak umat Islam. Serangan ini telah menghancurkan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan mereka seperti instalasi pengolahan gandum, minyak, dan gas yang mengancam bencana kemanusiaan bagi masyarakat di kedua negeri.

Dengan kondisi seperti ini, Barat sangat ingin memasukkan dalam Aliansi tentara dari negeri-negeri sunni untuk menutupi kenyataan bahwa perang ini adalah perang terhadap Islam dan hak rakyat untuk hidup merdeka dan mulia. Bahkan tentara-tentara ini membawa kerusakan di manapun perang itu berlangsung.

Atas dasar ini, kami berpendapat bahwa serangan yang di pimpin oleh Amerika hakikatnya adalah serangan terhadap Islam dan untuk menutupi kedoknya dan sebagai alasan pembenaran, Amerika menyebutnya sebagai perang melawan Tanzhim Daulah (IS). Kami menyatakan penolakan terhadap keterlibatan dunia internasional dan haram hukumnya bersekutu di dalamnya serta memberikan bantuan dengan bentuk apa pun. Kami mendukung sikap lembaga-lembaga syar’i yang menolak serangan ini.

Kami sangat ingin negeri ini kembali menjadi aman. Kami berharap jangan sampai ada setetes darah umat Islam yang ditumpahkan (terbunuh) dengan cara apa pun. Tetapi, ini tidak mungkin terwujud dengan dukungan Barat dalam peperangan yang keadaannya telah kami jelaskan.

Kami tegaskan bahwa dengan semua penjelasan ini tidak berarti kami mengakui jalan yang ditempuh oleh tanzhim daulah (IS). Sesungguhnya yang menghalangi kami untuk menjelaskan secara rinci tentang sikap kami terhadap tanzhim daulah (IS) di kesempatan ini karena khawatir mereka mengeksploitasi kata-kata dalam pernyataan kami dengan tujuan untuk menambah data pembenaran perang mereka terhadap Islam dengan alasan tanzhim itu.

Kami mengakui hak umat Islam untuk membela diri dari kezaliman pihak mana pun, walaupun pihak tersebut dari umat Islam. Akan tetapi pembelaan diri ini wajib bersumber dari internal barisan umat Islam dengan menjaga batasan-batasan syar’i dalam menghadapi penyerang yang muslim, bukan bersumber dari rezim internasional yang terbukti dengan jelas bahwa dia tidak campur tangan kecuali untuk menambah penderitaan pada umat Islam!

Kami mengajak semua orang yang bersegera pada sikap ghulu (berlebihan), memvonis khianat, dan penumpahan darah umat Islam atas dasar zhann (dugaan) dan syubhat (kesamaran) untuk merenungkan keadaan fraksi-fraksi yang dia vonis khianat dan dia berburuk sangka padanya. Lihatlah hari ini mereka menolak untuk bergabung dalam serangan internasional terhadap Islam, sehingga Amerika berusaha mencari elemen-elemen lain yang bisa dilatih sebagai penggantinya. Apakah ini tidak menjadi penyebab untuk introspeksi diri dan bertaubat kepada Allah dari dosa menuduh umat Islam dengan sesuatu yang tidak mereka lakukan dan menahan tangan dari membunuh mereka?

Sebagai penutup, kami tegaskan bahwa serangan ini tidak mendatangkan manfaat kecuali pada Barat dan rezim Iran dengan proyeknya serta eksistensi Zionis yang sedang menyiapkan lingkungan yang aman dari negeri yang telah hancur. Kami ingatkan bahwa Barat yang mengklaim penyelamat umat manusia tidak akan pernah bergerak untuk menyelamatkan umat Islam di Burma, Gaza, dan Afrika Tengah. Mereka tidak akan pernah bergerak untuk menghentikan pelanggaran Zionis terhadap Masjid Al-Aqsha. Kami tegaskan bahwa kami berdiri di sisi saudara-saudara kami di Syam dan Irak di antara penderitaan mereka yang pada hakikatnya adalah penderitaan untuk Islam dan para pemeluknya.

Kami memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar memberikan kasih sayangnya pada umat Islam, menolong mereka untuk mengalahkan musuh-musuh mereka, dan menyelamatkan mereka dari rencana jahat musuh dengan karunia dan kemuliaan-Nya.

Yang bertanda tangan dalam pernyataan ini:

1. Dr. Shalah Abdul Fattah Al-Khalidi – doktor di bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an.

2. Syaikh Ibrahim Ahmad Al-‘As’as.

3. Dr. Marwan Ibrahim Al-Qayyisi – mantan dosen Akidah dan Dirasat Islamiyah di Universitas Al-Yarmuk.

4. Dr. Ahmad Isa Al-Balasamah – Ketua Ikatan Apoteker Yordania.

5. Dr. Jamal bin Muhammad Al-Basya – doktor di bidang Siyasah Syar’iyyah dan anggota Ikatan Ulama Ahlussunnah.

6. Syaikh Usamah Fathi Abu Bakar – anggota Ikatan Ulama Ahlussunnah.

7. Dr. Iyad Abdul Hafizh Qunaibi – mubalig dan dosen di universitas pada bidang farmasi.

8. Dr. Muhammad bin Yusuf Al-Jaurani – Doktor di bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an dan anggota Ikatan Ulama Ahlussunnah.

9. Dr. Muhammad Mahmud Ath-Tharayarah – Doktor di bidang Fiqih Islam dan Ushul Fiqih.

10. Ust. Wa’il Ali Al-Butairi – penulis dan wartawan.

11. Dr. Ahmad Sulaiman Ar-Raqab – Dosen Tafsir dan Ulumul Qur’an.

12. Dr. Iyad Abdul Hamid Namar – Dosen Fiqih dan Ushul Fiqih.

13. Dr. Abdus Salam ‘Athwah Al-Fanadi – Dosen Hadits dan Ulumul Hadits.

14. Syaikh Ahmad Dhaifullah Al-Hunaithi – Khatib dan Imam.

15. Dr. Majid Amin Al-‘Amari – Doktor di bidang Fiqih dan Ushul Fiqih.

16. Syaikh Husain Salim Hamdan Bani Shakher.

17. Syaikh Ahmad Muhammad Barhum – Magister Hadits dan Ulumul Hadits dan anggota Persatuan Ulama Umat Islam.

18. Haitsam Abdul Ghafur Ar-Rifa’i – Magister Hadits.

19. Syaikh Jamal Mahmud Abu Khadijah – Khatib dan Imam.

20. Syaikh Abdullah Muhammad ‘Id – Khatib dan Imam.

21. Nashir Audah Sulaiman Ad-Da’jah – Magister di bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an.

22. Dr. Ma’mun Falah Al-Khalil – Doktor di bidang Hadits dan anggota Lembaga Umum Asosiasi Hadits.

23. Dr. Imaduddin bin Mahmud – Doktor di bidang Tafsir Al-Qur’an.

24. ‘Ubadah ‘Iqab ‘Awad – Doktor di bidang Tafsir dan Ulumul Qur’an di Universitas Al-Yarmuk.

المصدر: خاص بموقع طريق الإسلام

http://ar.islamway.net/article/38549/ علماء-وشخصيات-أردنية-يرفضون-الحلف-الدولي-ضد-الإسلام

http://www.jurnalislam.com/internasional/read//298/pernyataan-sekelompok-ulama-dan-tokoh-tokoh-yordania-tentang-aliansi-internasional.html

Kecaman para ulama tersebut tentunya menandakan ada banyak hal yang mereka khawatirkan ketika terjadi serangan pasukan koalisi tersebut. Salah satunya adalah efek serangan itu sendiri yang banyak mengancam nyawa kaum muslimin. Padahal dalam Islam, nyawa seorang muslim lebih berharga daripada dunia, “Hancurnya dunia lebih ringan di sisi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang muslim.” (HR. An-Nasa’i)

Jika memang demikian faktanya, maka tak heran jika dalam menanggapi peristiwa tersebut sebagian kaum muslimin ada yang penasaran dan bertanya, bukankah misi yang dilancarkan oleh koalisi tersebut sama saja menyerang kaum muslimin? Lantas bagaimana hukum membantu atau mendukung pasukan koalisi tersebut? Padahal yang banyak menjadi korban adalah saudara kaum muslimin sendiri.

 

Dr. Iyad Qunaibi

Belajar dari Serbuan Amerika Serikat ke ISIS di Irak

Dengan kemajuan yang ditorehkan tentara Daulah (ISIS/IS) di wilayah Kurdi dan Yazidi, media memberitakan kelompok ini dengan tuduhan kejahatan kemanusiaan. Maka AS memulai “serangan terbatas”. Ini merupakan intervensi pertama, setelah masuknya jamaah ini ke Syam sejak enam belas bulan yang lalu.

Serangan Amerika terhadap ISIS tersebut bagi sebagian pihak dipandang sebagai bukti bahwa ISIS berada dalam kebenaran, sedangkan pihak yang lain berada dalam kebatilan. Namun, mengapa AS hanya memerangi ISIS saja, sedangkan yang lain tidak?

Tujuan saya di sini bukanlah untuk membatasi kebenaran pada satu kelompok saja dan kebatilan untuk kelompok yang lain. Akan tetapi untuk memperluas persepsi kita dengan harapan bisa membangun kesadaran antara faksi mujahidin untuk menghadapi musuh bersama.

Ada logika yang muncul ke permukaan, yaitu: Siapa atau kelompok mana saja yang diperangi AS berarti kelompok itu berada dalam kebenaran, sedangkan yang dibiarkan berada dalam kebatilan. Dengan logika ini pula, bisa juga dikatakan:

“AS membiarkan jamaah Daulah untuk memerangai jamaah lain di Syam selama 8 bulan dan tidak menggempurnya. Pada saat yang sama, ISIS membiarkan kelompok Kristen dan tidak menyerang antek-antek AS di wilayah Kurdi. Ini menunjukkan bahwa Amerika merasa senang bila lawan-lawan (faksi-faksi mujahidin lain) ISIS melemah. Bila demikian, berarti lawan-lawan ISIS berada dalam kebenaran.”

Kita tidak boleh terjebak oleh logika sederhana ini. Janganlah menilai manhaj suatu kelompok itu haq atau batil dari penilaian dan penyikapan orang kafir terhadapnya. Ketika pesawat Nushairiyah menggempur Aleppo dengan birmil dan membiarkan Raqqah berbulan-bulan berturut-turut, kita tidak pantas menjadikan ini sebagai dasar untuk melihat benar dan tidaknya suatu kelompok.

Kita perlu mempelajari situasi dan kondisi musuh agar tahu apa yang mereka inginkan. Supaya kita tidak berbuat yang membuat mereka senang atau bekerja sejalan dengan rencana mereka, tanpa kita sadari.

Saya sadar sepenuhnya bahwa komplotan-komplotan yang melawan Islam berusaha untuk menyerang jamaah Daulah (ISIS/IS) dan jamaah-jamaah yang lain dalam pertempuran di Suriah. Mereka berusaha memecah belah antara satu dengan yang lain.

Fenomena tumbuhnya kelompok Islam bersenjata, pengumuman berdirinya Daulah (ISIS), sampai deklarasi khilafah, di wilayah yang memiliki kepentingan sensitif di mata dunia adalah isu besar. Wilayah ini (Syam) secara keseluruhan dianggap sebagai pilar keamanan, militer dan sistem politik internasional. Jangankan isu sebesar itu, ketika sebuah kelompok kecil (Ansharuddin) mendirikan masyarakat Islam di jantung padang pasir terpencil (Mali) saja, negara-negara Eropa tidak membiarkannya.

Mereka diserbu oleh Perancis bersama tentara Afrika dengan fasilitas pesawat dari negara-negara Maghribi dan dibiayai oleh negara-negara Teluk. Segala upaya tadi dilakukan hanya untuk menghilangkan komunitas kecil muslim dan sederhana yang relatif diabaikan jika dibandingkan suatu wilayah sekaliber Syam.

Lembaga internasional (PBB) membiarkan faksi-faksi jihad saling berperang, tanpa ada usaha untuk intervensi langsung demi mengatasi konflik di antara mereka. PBB membiarkan salah satu di antara faksi tersebut untuk membentuk “negara”. Akhirnya mereka terlibat dalam perang sesame mujahidin, seperti yang terjadi di wilayah Timur Suriah.

Mereka membiarkan itu semua. Bahkan mereka berusaha meniupkan api perperangan. Mereka sama sekali tidak melakukan tindakan kecuali ketika kepentingannya di daerah Kurdi terusik. Dan itu pun hanya serangan terbatas, tidak untuk membasmi mereka secara keseluruhan.

Dengan asumsi bahwa ISIS akan mencoba untuk memperluas operasi ke wilayah Selatan, sistem internasional telah campur tangan untuk mengembalikan keseimbangan proyek Persia Safawi di Irak. Ini merupakan alat bagi sistem internasional untuk melemahkan dunia Islam.
Semua ini menunjukkan bahwa ada wilayah yang boleh dan tidak boleh bagi Amerika! Ini seharusnya menjadi pesan yang jelas bagi ISIS dan semua kelompok jihad lainnya, siapa musuh yang sesungguhnya. Mereka harus bisa menghindari arogansi kelompoknya serta mengatur stategi bersama!

Musuh kita tidak akan peduli dengan beberapa celah pergerakan kita atau perselisihan yang tidak sehat serta kecacatan intelektual dan manhaj yang kita miliki. Kemudian, musuh menjadikan perilaku yang mengarah kepada persaingan dan kezaliman internal ini untuk memecah belah barisan dan melemahkan mereka.

Namun, kita justru melihat itu sebagai langkah yang benar karena dianggap penting untuk menyatukan barisan demi persiapan untuk pertempuran pembebasan yang lebih besar! Ketika kita keluar dari fenomena tersebut serta membuat ancaman atas segala kepentingan musuh kita, mereka pun menyerang kita agar kembali kepada perbatasan yang telah mereka atur. Dengan demikian, eksitensi kita pun tidak lagi tersisa.

Mungkin sebagian orang akan mengatakan bahwa ulasan saya ini adalah celaan bagi kelompok tertentu. Orang-orang yang tidak melihat sesuatu secara makro dan tidak mengetahui kemaslahatan umum untuk Islam dan kaum muslimin mungkin akan mengatakan seperti itu. Demikian pula orang-orang yang dihalangi oleh kebanggaan kepada jihad yang keliru, dan fanatisme kepada satu kelompok.

Saya tidak peduli dengan orang-orang seperti mereka. Karena seruan saya ini saya tujukan kepada saudara-saudaraku yang berakal di jamaah Daulah (ISIS/IS) dan jamaah-jamaah lainnya. Ini adalah seruan untuk memotivasi agar jihad dan pengorbanan kalian tidak jatuh pada jalan yang tidak diridhai Rabb, tanpa kalian sadari.

Ya Allah jadikanlah tipu daya orang-orang kafir berbalik kepada diri mereka sendiri, serta satukanlah hati kaum muslimin.[7]

 

KAMI TIDAK GEMBIRA DENGAN PENGEBOMAN AMERIKA KEPADA ORANG ISLAM

Oleh : Dr. Iyad Qunaibi

Akun Twitter : د. إياد قنيبي ‏ @EYADQUNAIBI

“Lelaki yang bersikap seperti bunglon ini terkadang memuji-muji ISIS kemudian mengutuknya, lalu ia kembali memuji-muji ISIS, kemudian ia mengutuknya sekali lagi, ia ingin semua pihak senang”, akhir-akhir ini perkataan di atas sering dituduhkan kepada saya.

Masalahnya adalah ada orang-orang yang memiliki mentalitas pro dan kontra, yang pada saat mereka ingin mendatangkan bukti bahwa saya telah memuji-muji Daulah, maka mereka akan mendatangkan bukti kicauan saya di Twitter semisal:

“#أوباما_يعلن_قصف_الدولة_الإسلامية اللهم اجعل كيده في نحره واهد عبادك لما يحققون به معيَّتك ونقِّهم من كل ظلم يبعد عنهم نصرك وألف بين القلوب”

“Hashtag: Obama mengumumkan aksi pengebomannya terhadap Daulah Islamiyah, Ya Allah jadikanlah makarnya berbalik kepada dirinya, berikanlah petunjuk kepada hamba-hamba-Mu yang berusaha untuk mewujudkan diri-Mu di dalam hati mereka, sucikanlah mereka dari segala kezaliman yang dapat menjauhkan mereka dari pertolongan-Mu, dan satukanlah hati mereka”.

Dan tweet saya:

“اعتقالات في صفوف مؤيدي "الدولة" بالأردن اللهم فرج كربهم واهدنا وإياهم لما تحب واجعل عبادك أشداء على الكفار رحماء بينهم وبكافة المسلمين”

“Yordania melakukan penangkapan terhadap para pendukung Daulah, Ya Allah sirnakanlah penderitaan mereka, arahkanlah kami dan juga mereka munuju apa yang Engkau sukai, dan jadikanlah hamba-hamba-Mu sebagai orang-orang yang keras terhadap orang-orang kafir dan lemah-lembut terhadap sesama mereka dan kaum muslimin”.

Saya sering berkata berulang kali bahwa saya tidak memperlakukan setiap jamaah dengan menganggap bahwa seluruh anggotanya adalah sama, itu telah saya jelaskan di dalam tulisan saya yang berjudul: “Apa yang Kalian Maksud Dengan Shahawat?” Di dalamnya saya menjelaskan bahwa para penentang Daulah itu tidaklah sama semuanya, di antara mereka ada orang yang baik dan orang yang tidak baik. Saya juga tidak setuju dengan anggapan para anggota Daulah dan para pendukungnya bahwa para penentang mereka adalah sama saja. Begitu juga para anggota Daulah, mereka semua tidak sama.

Kemudian janganlah kalian berharap bahwa saya akan merasa senang dengan pengeboman Amerika terhadap orang Islam ! Karena Amerika lah yang telah membunuh ratusan ribu kaum muslimin, menelanjangi kaum lelakinya di Abu Ghuraib, menodai mushaf mereka di Guantanamo, dan menyebarkan film-film yang melecehkan Nabi kita Muhammad.

Amerika juga lah yang telah melemparkan jasad saudara-saudara kita di Afghanistan kepada anjing, dan juga membakar jasad mereka. Amerika juga lah penyebab dari semua kejahatan yang terjadi di Iraq, ia juga yang memberikan posisi kepada Rafidhah, Zionis dan para penguasa kacung untuk berbuat kerusakan di negeri kaum muslimin.

Saya tidak akan gembira dengan pembunuhan yang Amerika lakukan terhadap orang Islam ! Saya mengingkari orang Islam tersebut karena kesalahan-kesalahan dan maksiat-maksiat yang ia kerjakan dengan pengingkaran yang sangat, namun urusan ini adalah satu hal, dan kegembiraan terhadap kedigdayaan Amerika adalah hal yang berbeda !

Ini yang ingin saya sampaikan dalam pernyataan kali ini, dan tidaklah saya membuat pernyataan seperti ini, kecuali saya akan menyebutkan siapa yang saya ajak untuk melepaskan dirinya dari kezaliman demi meraih kedekatan bersama Allah.

Di dalam pernyataan ini, saya tidak berupaya untuk melupakan segala kezaliman yang menimpa sebagian saudara-saudara kita akibat dampak dari sikap ghuluw, dan juga tidak berupaya untuk meremehkan kezaliman yang telah dilakukan oleh sebagian pihak (Daulah). Namun tidak semua dari mereka (Daulah) adalah sama, yang kami inginkan adalah berdoa agar Allah memberikan petunjuk kepada orang yang zalim, bukan berdoa agar orang kafir berhasil menguasai mereka !

Kepada orang-orang yang menghukumi bahwa sang pemilik dari pernyataan ini (saya) telah bersikap mem’bunglon’ dan meniatkan diri dengan perkataannya agar dapat menyenangkan semua pihak, maka perhatikanlah wahai orang yang semoga diberikan hidayah oleh Allah, bahwa kalian tengah menduplikat kesalahan. Yaitu menduplikasi kesalahan orang yang berselih dengan kalian, dengan cara mengkritisi perilakunya namun kalian terjebak dalam perilaku yang sama akan tetapi dalam bentuk yang lain.

Karena kebanyakan orang yang mengkritik para anggota Daulah mendasarkan kritikannya pada prasangka buruk tanpa disertai bukti, lihatlah diri kalian yang berprasangka buruk terhadap orang yang mencoba untuk mendamaikan dan membenahi kesalahan, dengan cara menghukumi niatnya sebagai orang yang membunglon demi menyenangkan semua pihak !

“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir ?” [Qs. Al Baqarah: 44]

Ya Allah jadikanlah amal kami ini sebagai amalan yang ikhlas hanya mengharapkan wajah-Mu yang mulia.

27 Agustus 2014



[1] "U.S. warplanes, drones strike ISIS in Iraq, again". CNN. Diakses 18 Agustus 2014 dan http://www.nytimes.com/2014/08/09/world/middleeast/iraq.html
[2] http://web.inilah.com/read/detail/2142694/pesawat-as-membom-pasar-22-warga-sipil-tewas Selasa, 7 Oktober 2014, 23:37 WIB.
[3] http://web.inilah.com/read/detail/2145147/operasi-tumpas-isis-bernama-inherent-resolve Kamis, 16 Oktober 2014, 10: 53 WIB.
[4] http://tawhed.ws/r?i=23091401
[5] http://abubaseer.bizland.com/hadath/Read/hadath_108.docx
[6] http://www.republika.co.id/berita/internasional/timur-tengah/14/09/15/nbx6ok-ulama-dunia-kecam-koalisi-antiisis . Senin, 15 September 2014, 08:55 WIB.
http://www.worldbulletin.net/news/144343/muslim-scholar-denounces-us-led-coalition
 [7] Akun Twitter @EyadQunaibi